Monday, March 26, 2018

Mengenali Diri

Saya kenal seseorang yang oleh orang lain dikatakan idealis, katanya dimana-mana ia selalu bikin masalah dengan idealismenya. Bacaannya Kant dan teman-temannya.
Saya kenal seorang yang dikatakan perfeksionis, katanya dimana-mana ia bikin rekan-rekannya geleng-geleng kepala. Bacaannya textbook dan jurnal penelitian terbaru.
Saya kenal seorang yang dikenal sebagai seorang yang religius, katanya dimana-mana sejawatnya kabur kalau ia mulai bicara. Bacaannya Lucado dan lain-lain.

Seorang yang dikatakan idealis, perfeksionis, dan religius, kerap kesulitan saat di tengah lingkungan kerjanya. Bukan karena kesalahannya, tapi lebih justru karena cap yang diberi tentang dirinya. Imej yang diproyeksikan oleh otaknya ke kepribadian dan pola perilakunya membuat orang mempersepsikan dia sebagai entitas yang berbeda.

Kita melihat sesama kita sebenarnya tidak pernah murni orang itu apa adanya. Apa yang kita lihat dari orang lain hanya semata-mata proyeksi dari otak kita sendiri. Saat kita melihat orang lain, sesungguhnya sebagian dari diri kitalah yang kita lihat di sana.
Dari situlah emosi dan reaksi itu berasal. Sifat pribadi kita sendirilah yang kita benci, dan itu yang kita benci dari mereka. Wajah kita sendiri yang kita cintai dan itu yang kita cinta dari mereka.
Idealisme, kesempurnaan, dan tatanan religi yang terasa menyesakkan dalam diri kita diamplifikasi ribuan kali oleh kita saat diri kita sendiri merasa terbelenggu oleh konsep itu, dan kita proyeksikan kepada orang-orang yang memang memilih untuk menunjukkan sifat tersebut.

Mengapa terasa lebih nyaman ketika berjumpa dengan rekan yang permisif, optimis, kompromis, bahkan hedonis? Karena sesungguhnya saat itu otak temporal kita mengenali pola kita yang serupa di sana dan membuat kita merasa tidak terancam.

Sesungguhnya mengenali respon kita terhadap orang lain akan banyak membantu kita mengenali diri kita sendiri.

I'm still learning. And eager to learn more.

-IR

Ohya... Bacaan sy Urasawa, Crichton, Grisham, dan Sproul

No comments:

Post a Comment