Kecenderungan orang masa sekarang untuk memiliki pikiran-pikiran paranoid semakin meningkat. Data statistik yang jelas memang belum ada, namun kecenderungan itu nyata dan jelas akarnya: pembanjiran informasi. Dari perspektif fungsional otak hal ini sangat relevan. Informasi yang diterima otak sebenarnya tidak pernah ada yang hilang sama sekali, semua informasi ini tersimpan dengan baik pada pusat memori, menunggu di-retrieve pada saat kita membutuhkannya.
Kuat lemahnya suatu ingatan tergantung pada berapa banyak jaras neuron yang terlibat saat peristiwa tersebut direkam di otak. Persepsi indrawi yang melibatkan lebih dari satu fungsi (melihat, mendengar, membau, mengecap, dan merasaraba) akan lebih melekat ketimbang yang hanya melibatkan salah satunya saja. Waktu akan menyamarkan persepsi indrawi yang dicitrakan di otak, namun tidak akan dapat menghapus konektivitas neuronal yang bersifat sekunder, akibatnya memori emosional kita jauh lebih menetap ketimbang memori perseptual. Kita sangat mudah mengingat kembali kesan emosional yang kita rasakan ketika kita melihat, mendengar, membau, mengecap, dan merasarabakan sesuatu, ketimbang kita berusaha mengingat gambar, tulisan, atau wujud sesuatu.
Ketika kita membaca suatu artikel kesehatan misalnya, di kemudian hari kita pasti sulit mengingat apa persisnya isi artikel yang kita baca itu, namun mudah mengingat kesan kita mengenai tema artikel tersebut.
Di masa teknologi informasi semakin berkembang pesat saat ini, otak kita dibanjiri oleh berbagai hal informasi. Sejatinya sistem kerja otak kita menyerupai sistem digestif. Semua asupan yang masuk ke mulut kita harus diproses baik secara fisik maupun kimia dan dicernakan sebelum digunakan oleh tubuh untuk mensuplai kebutuhan organik sehari-hari. Kita berhati-hati memilih makanan/minuman karena apabila asupan tidak bergizi bahkan beracun, maka tubuh akan menderita sakit.
Demikian pula semestinya segala informasi yang masuk ke otak kita harus dicerna terlebih dahulu sebelum disimpan dan digunakan kembali dalam fungsi mental sehari-hari. Pencernaan yang kurang baik akan menyebabkan fungsi normal terganggu, karena terdapat residu yang tidak perlu. Informasi indrawi yang tidak sehat akan mudah meracuni jiwa kita dan merusak mental. Informasi yang tidak dicerna dengan baik akan menyisakan residu berupa emosi negatif yang apabila dibiarkan akan meluas menjadi suatu distorsi kognitif.
Pembanjiran informasi bukan semata-mata karena terlalu banyaknya informasi yang diterima, namun pembanjiran yang dimaksud adalah berkaitan dengan derasnya arus informasi sehingga semua informasi yang menimbulkan emosi negatif akan disimpan mentah-mentah, tanpa sempat dipilah dan dimaknai. Di kemudian hari ketika terjadi peristiwa yang hanya sebagian saja relevan dengan informasi yang telah disimpan sebelumnya, kita akan me-retrieve memori yang mentah yang mengakibatkan distorsi kognitif yang mengarah ke pikiran-pikiran paranoid.
Arus informasi masa kini memang sangat dahsyat, kita tidak dapat membendungnya. Namun salah satu cara sederhana meminimalisir gangguan pencernaan mental adalah dengan melakukan konfirmasi dan klarifikasi. Informasi yang kita terima selayaknya kita konfirmasi dan klarifikasi kembali kebenarannya. Tentu saja untuk mampu melakukan konfirmasi dan klarifikasi kita harus bebas dari prasangka.
Ayo, bebaskan diri kita dari pikiran paranoid. Hiduplah dengan tulus dan penuh cinta. Masa hidup yang singkat ini pasti akan lebih bermakna, apabila kita memandang segala dengan hati seluas samudra yang selalu rela menyambut segenap air di udara ke dalam pelukannya.
-IR
No comments:
Post a Comment