Tuesday, February 11, 2014

Tentang Air Mata

Tentang Air Mata -- Copas from http://tauenggaksih.blogspot.com/2013/02/tentang-air-mata.html

Dari buku lama Vaughan D and Asbury T (1980) General Ophthalmology, 9th Ed. Lange: California: penyebab keluarnya air mata berlebih dibagi menjadi dua, yaitu psychic lacrimation (berkaitan dengan rasa nyeri dan emosi) dan neurogenic lacrimation (berkaitan dengan rangsang reflex).

Sepanjang hayat manusia biasanya akan meneteskan 3 jenis air mata. Air mata yang paling fundamental akan terjadi ketika setiap kali mengedipkan mata, ia membasahi bola mata kita. Jenis air mata kedua adalah air kata pemantulan, ketika mata kita mengalami luka, atau terkontak gas yang merangsang mata, maka mata kita akan meneteskan air mata demikian. Ketiga, air mata perasaan, yaitu air mata yang menetes saat kita menangis.Kedua jenis air mata yang pertama tersebut di atas memiliki komposis kimia yang sama, namun, komposisi kimia pada air mata yang bergejolak (perasaan) tidak sama, setelah menganalisa komposisi-komposisi ini, kita akan dapat mengetahui efek air mata. Ahli biokimia dari Universitas Minnesota William Ferea mendapati, dalam air mata yang bersifat perasaan, jenis protein lebih besar 20%-25% dibanding air mata pemantulan, apalagi kadar kalium adalah 4 kali lipatnya dari yang disebut terakhir di atas, dan kekentalan mangan lebih tinggi 30 kali lipat dibanding serum. Air mata ini juga banyak mengandung hormon, seperti misalnya hormon kulit adrenal.
Tentang menguap, pengeluaran air mata biasanya disebabkan oleh tekanan pada kelenjar air mata karena kontraksi otot wajah yang berlebihan.
Ilmuwan mendapati, bahwa saat menangis, air mata yang menetes dapat membersihkan hormon lebih dalam tubuh, dan justru karena hormon-hormon inilah yang membuat kita galau. Akar dari perilaku yang rumit umumnya sangat sederhana, begitulah kalau menangis. Sama seperti binatang lainya, saat manusia baru hadir di dunia, akan meratap untuk menyatakan kesedihannya. Setelah dewasa, dimana secara tak terhindarkan tangisan kita akan bercampur dan meresap kedalam faktor perasaan, dan informasi yang dibawa tangisan, tidak sedemikian sederhana lagi hanya pada gangguan di tubuh (sakit) atau kebutuhan fisiologis. Perubahan ini bukan berarti mekanisme fisiologi tidak lagi efektif, tapi, karena tangis sudah mempunyai hubungan yang semakin dalam dengan fungsi otak dan perasaan yang semakin subtil, dan fungsinya semakin penting. Bagi sekitar orang yang menangis, arti dari air mata adalah perasaan yang kuat dan real.
Airmata yang ke luar pada saat berbahagia atau pada saat sedih, dapat dikatakan sebagai alat melepaskan atau mengekspresikan perasaan. Airmata yang ke luar pada saat merasa rileks ini disebabkan karena adanya rangsangan pada saraf yang membuat rileks badan dan jiwa (dinamakan saraf parasimpatik). Ciri-ciri airmata ini adalah ke luar dalam jumlah yang banyak, rasanya hambar, dan mengandung banyak kalium. Ketika merasa menyesal atau marah, dapat dirasakan perasaan tersebut memenuhi kepala sehingga kepala terasa berat. Airmata yang keluar pada saat perasaan tidak tenang ini terjadi karena adanya rangsangan pada saraf simpatik (saraf yang menyebabkan rasa tegang pada badan dan perasaan). Kekhasan airmata ini adalah jumlahnya relatif sedikit dan rasanya asin karena mengandung banyak natrium. Perasaan menjadi lega setelah menangis,Ketika dada dan kepala dipenuhi oleh berbagai macam masalah yang menyesakkan, sebagian orang berusaha untuk melonggarkannya dengan menitikkan airmata. Seiring dengan airmata yang meleleh di pipi, sedikit demi sedikit kepala dan dada terasa lebih ringan. Sesungguhnya di dalam airmata terkandung materi stres. Materi stres ini terkandung dalam semua jenis airmata. Tidak hanya pada airmata ketika sedih atau menyesal saja, tetapi materi stres juga terkandung dalam airmata bahagia. Perasaan manusia yang berubah drastis menimbulkan beban secara mendadak pada tubuh sehingga materi stres di dalam darah meningkat. Dengan mengeluarkan airmata, materi stres pun turut keluar sehingga perasaan yang tadinya tidak menentu akan menjadi tenang.
Setiap kali mengedipkan mata, ada sejumlah airmata yang dialirkan ke permukaan mata. Ketika mata terasa kering, kita mengedipkan mata. Begitu berulang-ulang. Dalam satu menit, seseorang mengedipkan mata kurang lebih sebanyak 15-20 kali. Pada saat itu pula air mata membasahi permukaan mata tanpa kita sadari.Sebanyak 10 persen dari airmata yang dialirkan ke permukaan mata dan berfungsi untuk menjaga kelembaban permukaan mata ini, menguap. Sedangkan 90 persen sisanya akan mengalir melalui sebuah saluran kecil di mata bagian dalam. Setelah itu, airmata ini mengalir melalui kelenjar kecil yang menghubungkan antara mata dan hidung, dan akhirnya mengalir melalui saluran hidung dan terkumpul di dalam hidung. Setelah menggunakan obat tetes mata tidak jarang pangkal lidah merasakan sesuatu yang pahit. Hal ini terjadi karena obat tetes mata tersebut melewati rute yang sama dengan air mata, dan ada kalanya setelah melalui hidung, obat ini mengalir ke dalam mulut. Air mata memiliki berbagai fungsi. Fungsi utama airmata adalah untuk mengangkut unsur asam dan zat gizi ke mata. Pada kornea tidak terdapat kelenjar darah sehingga bagian ini tidak dapat mendapatkan zat yang diperlukan. Air mata bekerja untuk mengatasi hal tersebut. Selain itu, airmata berfungsi untuk mencegah masuknya berbagai macam bakteri atau virus yang terkandung di dalam benda asing atau kotoran ke dalam mata. Di dalam udara terkandung polusi yang jumlahnya sangat banyak, melebihi yang kita perkirakan. Bisa dibayangkan, bila tidak ada air mata, kotoran tersebut dapat langsung masuk ke dalam mata, sehingga menimbulkan infeksi pada mata. Dengan kata lain, airmata berfungsi untuk melindungi mata dari kontaminasi polusi tersebut.

No comments:

Post a Comment