Penerbit : PT Mizan Pustaka
Tahun Terbit : 2007
Bekerja sebagai dosen Neuroanatomi, Neurosains, dan Agama Islam di Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi, dr.Taufiq Pasiak menulis buku ini saat masih sebagai kandidat doktor di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Buku ini mendapat apresiasi dan kuotasi dari berbagai kalangan dan tokoh terkemuka, dan memang merupakan buku yang memuat materi berat dengan bahasa yang ringan dan enak dibaca.
Dibagi menjadi 6 bagian, 59 bab ringkasnya memuat materi yang padat, ringkas, namun kaya untuk mencapai tujuannya memberi pencerahan dalam upaya manajemen otak untuk pengembangan diri, dimana intinya telah termaktub dalam bab pengantarnya yang berjudul : “Ubah dirimu, maka bangsamu akan berubah.”
Membuat suatu sinopsis dari buku ini tidak mudah karena demikian padatnya materi yang disusun dalam buku ini. Maka hanya beberapa butir-butir penting yang menarik yang akan saya ambil menjadi bunga rampai.
Pengantar
Tiga prinsip paradigma baru dalam memandang ilmu pengetahuan yaitu
1. Interdependensi : semua yang ada di alam semesta ini saling bergantung dan terhubung.
2. Diferensiasi : terdapat dorongan kontinu dari setiap komponen alam semesta untuk menghasilkan keanekaragaman.
3. Pengaturan diri : bahwa setiap benda hidup di alam semesta memiliki suatu potensi bawaan untuk mempertahankan diri dan melanggengkan dirinya.
Ketiga prinsip ini berperan penting dalam cara pendekatan baru terhadap fenomena kehidupan, bandingkan dengan tiga prinsip klasik sains yaitu (1)objektivisme (apa yang tampak oleh pengamat begitulah adanya, apa yang tidak dapat diamati tidak dapat menjadi kajian sains), (2)determinisme (segala sesuatu memenuhi hukum sebab akibat yang berarti semua dapat diramalkan efeknya), dan (3)reduksionisme (suatu keseluruhan dapat diamati dari bagian demi bagian. Prinsip-prinsip ini terbukti kini keliru.
Konsep The 9’s Brain Order (TBO) yang dikemukakan penulis di sini bertumpu pada empat kapasitas mental yang dimiliki manusia yaitu tubuh, akal, nafsu, dan ruh, dan merupakan suatu tool untuk manajemen kecerdasan melalui suatu sistem yang disebut The Whole Brain Thinking (WBT). Penekanan dilakukan pada perubahan mindset, pada cara pandang seseorang memandang dunia dan peristiwa.
1. Living
Brain – Otak adalah ekosistem hidup yang dinamis: berubah sepanjang waktu, jika
dipakai otak akan tumbuh, jika tidak dipakai otak akan aus.
2. Multipotent
Brain – Bakat, kecenderungan, dan kecerdasan terstruktur secara potensial dalam
otak.
3. Nutritional
Brain – Nutrisi memberi pengaruh bagi otak, baik struktur maupun fungsinya.
4. Muscular
Brain – Terdapat hubungan saling mempengaruhi antara otak dan otot.
5. Rational
Intuitive Brain – Korteks serebri merupakan bagian otak yang berkembang paling
baik pada manusia.
6. Relational
Brain – Otak menyediakan piranti yang mem-backup
kegiatan emosional dan relasional manusia.
7. Spiritual
Brain – Otak membuat pengalaman perseptif memiliki muatan nilai, makna, dan
emosi.
8. Sexual
Brain – Otak lelaki dan perempuan berbeda dalam struktur dan fungsi.
9. Subconcious
Brain – Perilaku dan tindakan manusia dapat diarahkan oleh informasi bawah
sadar.
Bagian
I – Sifat-sifat Otak: Temuan Neurosains
Bagian
ini seperti judulnya membahas mengenai sifat-sifat otak dipandang dari beberapa
aspek, yang saya rangkum menjadi :
1. Aspek
perkembangan otak
Ada
lima keunikan berkaitan dengan perkembangan otak manusia sejak masa bayi, yaitu
:
- Melihat suara,
mendengar warna. Kemampuan sinestesia ini
secara unik ada pada bayi dan menghilang pada masa dewasa. Pada otak bayi
terdapat hubungan antara retina mata dengan talamus yang mengurusi suara.
- Emosi tidak sadar.
Bayi menunjukkan respons berbeda untuk setiap rangsang emosi yang kita
berikan secara tidak sadar karena pusat pikiran sadar pada korteks belum
terbentuk. Hal ini membuktikan bahwa respons emosi tidak perlu dipelajari
terlebih dahulu. Di masa dewasa seiring dengan berkembangnya kehidupan,
kita sering menunjukkan perbedaan antara tampilan wajah dan isi perasaan
kita.
- Ingatan emosional.
Kejadian-kejadian yang diallami di bawah usia 3 tahun sangat sulit diingat
oleh anak karena tempat penyimpanan memori kognitif (hipokampus) belum
terbentuk sempurna, sementara tempat penyimpanan memori emosi (amigdala)
relatif sudah terbentuk sempurna saat lahir. Karena itulah untuk mendidik
bayi di bawah 3 tahun butuh rangsangan yang bersifat emosional.
- Ingatan tempat.
Dibandingkan korteks serebri lainnya, korteks parietal lebih dulu
berkembang pada bayi, dimana bagian otak ini berfungsi mengatur kegiatan
yang berkaitan dengan pemetaan ruang, tempat, dan mental imaging.
- Kemampuan
berbicara. Bayi dapat memahami pembicaraan
kita meskipun dia tidak dapat memberi respons verbal karena area Wernicke
lebih dulu berkembang daripada area Broca.
2. Aspek
psikoneurobiologi
Penelitian
Erick Kandel (2002) menemukan bahwa terjadi modifikasi sinaps dan
neurotransmiter yang dilepas di ujung saraf akibat pengkondisian stimulus,
berarti dengan melakukan pengkondisian molekul-molekul kimia yang berkaitan
dapat ditata. Psikoterapi dan pendidikan dapat mengubah biometabolisme
neurotransmiter dan biostruktur sinaps.
3. Aspek
biomolekuler
Membahas
peran neurotransmiter dalam regulasi fungsi-fungsi otak.
4. Aspek
fisiologi neuroanatomi (dominansi otak)
- The Triune Brain menurut Paul McLean terdiri dari :
· Lapisan neomamalia,
merupakan lapisan otak yang paling akhir muncul. Lapisan ini bertanggungjawab
untuk kegiatan berpikir tingkat tinggi, antara lain persepsi dan bahasa.
Lapisan ini hanya ada pada mamalia tertentu dan paling lengkap pada manusia.
Lapisan ini disebut penulis sebagai “otak berpikir”, dan relatif memiliki
kemampuan untuk memilih respons.
·
Lapisan paleomamalia,
selain pada manusia ditemukan pula pada hampir semua binatang. Pada otak
manusia lapisan ini mencakup sistem limbik yang bertanggungjawab untuk
pengaturan emosi. Penulis menyebutnya sebagai “otak binatang”, dimana respons
yang timbul dari sini hanya dua pilihan “fight” (bertarung) atau “flight”
(lari) sebagai respons yang timbul cepat akibat rangsang yang mengancam
keberadaan kita.
·
Otak reptil,
berfungsi mendukung kegiatan vegetatif tubuh manusia seperti bernafas dan
pengaliran darah, disebut penulis sebagai “otak vegetasi”. Disini diatur pula
keterjagaan melalui sistem RAS (Reticular Activating System).
- Empat
Kuadran Otak menurut Ned Hermann
Sudut
pandang kita melihat sebuah peristiwa berkaitan dengan otak mana yang berperan.
Instrumen yang disebut The Hermann Brain
Dominance Instrument (HBDI) membagi otak menjadi empat kuadran yaitu :
· Kuadran A yang
terletak pada otak kiri atas bekerja dengan mengacu pada FAKTA (fakta apa saja
yang ada).
· Kuadran B yang terletak pada otak kiri bawah
berkaitan dengan FORM (bagaimana sebuah peristiwa berlangsung).
· Kuadran C yang terletak pada otak kanan bawah
dihubungkan dengan FEELINGS (bagaimana suasana psikologis yang timbul).
· Kuadran D yang terletak pada otak kanan
atas berkaitan dengan FUTURES (bagaimana efek suatu kejadian terhadap hal-hal
lain).
Hemisfer
kiri dan kanan otak bagian atas dihubungkan corpus callosum, otak bagian bawah yang
merupakan sistem limbik terbagi menjadi kiri dan kanan oleh commissura
hipocampus, sementara otak bagian korteks dan sistem limbik di atas dan di
bawah terhubung satu sama lainnya. Inilah yang dibagi menjadi empat kuadran
oleh Herrmann.- Otak
Kiri-Otak Kanan
Otak
kiri jauh lebih bagus untuk tugas analisis dalam bentuk unit-unit kecil
(bagian-bagian, frasa dan kata, angka-angka), sementara otak kanan lebih bagus
dalam pemikiran global dan menyeluruh.
5. Aspek
fisika
Rangsangan
elektrik pada bagian tertentu otak berhasil memicu sikap dan perilaku tertentu.
Bagian
II – Otak dan Spiritualitas
Bab-bab dalam bagian
ini membahas mengenai pembuktian konsep spiritualitas dalam hubungannya dengan
otak organik. Penelitian Ramachandran dan Persinger yang menunjukkan adanya
aktivitas gelombang otak di daerah temporal dengan kegiatan yang bersifat
mistik menjadi dasar disebutnya lobus temporal sebagai the God Spot, sementara Linnas dan Pare (2000) menemukan sebuah
osilasi gelombang otak 40Hz yang secara unik jika timbul getaran ini akan
memadukan seluruh bagian otak yang terlibat ketika merespons sebuah stimuli dan
ini diyakini terjadi akibat rangsang yang bersifat spiritual.
Danah Zohar dan Ian
Marshal (2004) menyimpulkan ada 6 sikap utama yang ada pada semua ajaran
agama/spiritual yaitu (1)Kearifan dan pengetahuan; (2)Keberanian; (3)Cinta dan
kemanusiaan; (4)Keadilan; (5)Kesederhanaan; (6)Spiritualitas dan transendensi.
Penelitian-penelitian mengenai spiritualitas menyimpulkan bahwa kecenderungan
manusia menjadi makhluk spiritual ternyata merupakan bawaan, sehingga dari
sudut pandang ini kita bisa menyimpulkan pula bahwa perbedaan agama bukanlah natur manusia. Agama hanyalah sarana untuk
memberikan bentuk dan cara kepada pengenalan akan Tuhan.
Modal spiritual oleh
Danah Zohar, seorang pakar yang memperkenalkan dan meneliti soal-soal
Kecerdasan Spiritual (Spiritual
Inteligence) dan Modal Spiritual (Spiritual
Capital) didefinisikan sebagai modal yang diperoleh dari pengabdian pada makna
yang dalam, dari pengabdian pada kepedulian yang mendalam akan tujuan, dan dari
pengabdian akan nilai-nilai fundamental manusia, dimana modal ini tidak diukur
berdasarkan jumlah uang atau materi. Untuk mencapai pemaknaan ini, kita harus
punya konsep re-framing dimana dalam setiap peristiwa yang kita alami termasuk
yang buruk kita dapat membingkainya dengan sesuatu yang baru sehingga mendapat
pengertian baru yang lebih segar.
Mengekspresikan
kebaikan hati tidak saja membuat hati menjadi lebih baik, tapi juga resep yang
manjur bagi kesehatan. Penelitian pada 1700 perempuan di kota New York
menemukan bahwa perempuan-perempuan yang secara teratur bekerja sebagai
penolong orang lain menunjukkan berkurangnya keluhan-keluhan fisik seperti
sakit kepala, kehilangan suara, dan rasa nyeri akibat penyakit serta depresi.
Sembilanpuluh persen perempuan-perempuan ini memiliki kesehatan yang lebih baik
daripada perempuan lain seumur mereka.
Cara sederhana
mengontrol diri adalah dengan berbicara seperlunya, makan secukupnya, dan tidur
sekadarnya. Pada bagian akhir dari proyek pengubahan diri, kita mengukur dengan
empat hal yaitu happiness (apakah kita senang dengan apa yang kita lakukan), achievement
(setiap tindakan yang dilakukan merupakan sebuah prestasi besar), significance
(apakah yang dilakukan telah memberi manfaat kepada orang lain), dan legacy
(bagaimana kita mewariskan sesuatu yang bernilai bagi generasi mendatang).
Bagian
III – Otak dan Berpikir
Filsuf dan penulis
Milton dalam karyanya Paradise Lost menyatakan bahwa pikiran dapat membuat
surga dari neraka dan neraka dari surga. Mistikus dan pemusik India, Hazrat
Inayat Khan bahkan berpendapat bahwa you
are what you think you are. Ahli otak Marian Diamond lebih hebat lagi
dengan menyatakan bahwa pikiran dapat mengubah takdir.
Beberapa hal dapat
mencederai pikiran kita setiap hari. Ada enam hal yang dapat menyesatkan
pikiran kita :
- Cenderung
merasa paling tahu dan paling benar (Egocentric righteousness)
- Cenderung
tidak mau memperlajari, mencari tahu, atau menambah wawasan akan hal-hal
lain yang bertentangan dengan apa yang kita yakini. (Egocentric myopia)
- Cenderung
menjustifikasi langsung berdasar memori dalam otak kita yang mendukung
gagasan tertentu. (Egocentric memory)
- Cenderung
tidak mempercayai fakta atau data yang menggugat apa yang sudah kita
percayai sebelumnya sekalipun fakta itu akurat dan dapat
dipertanggungjawabkan. (Egocentric blindness)
- Cenderung membuat
generalisasi secepat mungkin atas setiap perasaan dan pengalaman kita. (Egocentric
immediacy atau overgeneralisation)
- Cenderung
mengabaikan hal-hal yang terasa rumit dan kompleks dalam upaya memperbaiki
diri. (Egocentric oversimplification)
Bagian
IV – Otak dan Emosi
Menurut Berkowitz “agresi”
dibagi menjadi “agresi instrumental” yaitu dimana seseorang melakukan agresi
sebagai alat untuk mencapai tujuan tertentu, dan “agresi emosional” dimana
kekerasan dilakukan memang untuk menyakiti orang lain. Robert Hare
mengidentifikasi 8 gejala perilaku seseorang yang dikategorikan sebagai “psikopat”,
yaitu :
1. Memiliki
keahlian untuk menjadi pusat perhatian
2. Egosentrik
dan megalomania
3. Hidup
sebagai parasit
4. Manipulatif
dan curang
5. Tidak
merasa bersalah dan menyesal
6. Tidak
dapat berempati
7. Tidak
bertanggungjawab
8. Impulsif
Oleh Sang Pencipta otak
kita sudah ditata sedemikian rupa agar kulit otak (rasio) dapat mengontrol
amigdala (emosi). Kita hanya perlu pembiasaan dan latihan untuk sesering
mungkin memakai rasio dari emosi. Karena itu tahap awal perubahan diri bukanlah
pada bangkitan sentimen emosional tetapi pada pengenalan cara berpikir, cara
kita mempersepsi persoalan. Mulailah dengan tidak gampang curiga, optimistis,
dan melihat hal-hal positif dari setiap kejadian. Kepercayaan akan tinggi jika
keyakinan diri tinggi.
Bagian
V – Otak dan Seks
Struktur neurologis
yang terlibat dalam pengalaman spiritual adalah juga struktur yang terlibat
dalam pengalaman seksual. Masuk akal jika kesamaan sirkuit sarafi yang dipakai
ini mewujud juga dalam ekspresi bahasa yang relatif sama. Kepuasan hati (ridha), kerinduan (syauq), dan keintiman (uns)
adalah trilogi yang mewujud dalam tingkatan yang tertinggi yang disebut Cinta.
Dari tahap cinta yang intim seorang mistikus akan mengalami ma’rifat dimana ia akan mampu menyingkap
keindahan Allah dan menyatu denganNya.
Hubungan seks yang
dilakukan dalam perasaan cinta dan keterikatan yang dalam dengan pasangan yang
sah akan direspon oleh tubuh dengan oksitosin dan vasopresin yang terbukti
bekerja pada sistem kekebalan yang lebih baik serta tekanan darah yang relatif
lebih rendah. Hormon-hormon ini dikelola oleh sistem limbik (hipotalamus,
amigdala, hipokampus).
Suatu daerah di
hipotalamus bernama preoptic medial area
(POMA), berukuran lebih besar pada lelaki, dan diketahui berhubungan erat
dengan perilaku seksual. Area ini menerima signal dari bagian kortikomedial dan
basolateral amigdala yang mengurus emosi, hal ini menjelaskan mengapa jika area
ini terangsang pada lelaki, perilaku seksual yang timbul cenderung agresif dan
penguasaan terhadap pasangan. Ketika signal yang diterima cukup kuat, rangsang
akan melewati POMA menuju korteks serebri untuk mempersiapkan pilihan tindakan
yang akan merespon rangsangan tersebut, di saat yang sama signal dikirim ke
batang otak untuk memicu ereksi penis. Pusat motorik pada korteks akan memandu
gerakan dalam hubungan seks dan dalam puncak kenikmatan, nukleus dorsomedialis
pada hipotalamus akan memicu keluarnya sperma (ejakulasi).
Monatella Marazitti
membandingkan kadar serotonin orang yang sedang jatuh cinta dalam enam bulan
terakhir dengan orang yang tidak kasmaran dengan kadar serotonin penderita OCD,
hasilnya kadar serotonin pada orang yang jatuh cinta dan penderita OCD turun
hingga 40% di bawah normal. Helen Fisher menggunakan MRI menemukan pada orang
yang jatuh cinta, bagian otak bernama ventral
tegmental area (VTA) dan nukleus kaudatus menjadi lebih aktif, area ini
memproduksi dopamin yang berperan dalam jalur mesolimbic reward pathway yang berfungsi menimbulkan perasaan ingin
lagi dan lagi seperti dalam kondisi kecanduan.
Bagian
VI – Otak, Musik, dan Gerak
Keampuhan berpikir—yang
memadukan rasionalitas, intuisi, dan emosionalitas—merupakan kemampuan yang
sangat hebat dan tidak terbatas. Rata-rata ilmuwan besar adalah penyuka musik
bahkan pemain musik yang terampil. Musik memang membantu proses transmisi pesan
yang berlangsung di ujung-ujung saraf. Gelombang otak yang berada pada posisi alfa memungkinkan pemaduan,
pengkondisian, dan konsolidasi semua pesan yang masuk. Gunakanlah otak kiri
untuk memahami liriknya dan otak kanan untuk menikmati iramanya.
Otak dan otot saling
berhubungan erat. Fakta penelitian menunjukkan bahwa makin sering kita
bergerak, makin baik daya ingat dan kewaspadaan kita. Latihan fisik
mempengaruhi otak melalui 3 cara :
1. Meningkatkan
aliran darah ke otak sehingga otak mendapat tambahan darah
2. Meningkatkan
produksi hormon nerve growth factor
(NGF) yang dapat meningkatkan fungsi otak melalui rangsangan perkembangan
sel-sel saraf
3. Meningkatkan
produksi neurotransmiter dopamin yang mempengaruhi suasana perasaan
Sel-sel saraf dipicu
untuk merespons hal-hal baru.Hal-hal baru dan variatif membuat sel saraf otak
membentuk hubungan sinaptik yang baru dan banyak. Neurobics dapat dilakukan
dengan mengacu pada 3 prinsip:
1. Gunakan
semua indera anda dalam mengenal sesuatu. Jangan hanya mengandalkan mata atau
telinga.
2. Melepas
rutinitas. Gantilah cara anda melakukan sesuatu, cobalah teknik-teknik baru.
3. Lepaskan
diri dari keterikatan pada memori-memori yang sudah lazim. Pertajamlah otak
dengan informasi-informasi baru, aneh, dan unik.



No comments:
Post a Comment